Pangi: Pantai yang bersahabat untuk ajak camping anak…

Long weekend didepan mata, tiba tiba kepikiran mau kemana ke tempat yang belum pernah kami datangi dan lokasi ga terlalu jauh….yup dipilihlah idea family camp, tapi kita pilih camping ceria bukan camping petualang…karena dadakan dan bawa anak serta peralatan belum punya peralatan camping yang lengkap. jatuhlah destinasinya di pantai…yaa beach camp β›ΊοΈπŸ–…

Menurut saya camping di pantai relatif lebih mudah dibandingkan di gunung, karena kami membawa anak umur 5 tahun..Cuaca di pantai lebih bersahabat dan lokasi pantai relatif lebih reachable buat kiddos..Sengaja kita cari lokasi pantai yang ga terlalu jauh dari rumah, dengan pertimbangan biar ga cape di jalan… pilihan terdekat yang ada adalah pantai di tulungagung atau di blitar. Sebelumnya kami pernah ke pantai tulungagung, maka dari itu pilihan kali ini kami pilih kota blitar…dengan pertimbangan its new destination, dan pertama kalinya berkunjung ke pantainya blitar..pasti seru pikir kami… Selanjutnya kita googling pantai blitar, dan terpilihlah pangi beach, dengan pertimbangan lokasi, akses, keamanan dan keindahan pantainya…

Pangi menjadi pilihan pantai yang recommended buat camping ceria, ya kami menamakan “ceria” karena bukan survival atau petualang extreme… someday bertahap bisa camping yang menantang…Berangkat ke pangi saya sarankan jangan sabtu atau minggu, karena ramai, walaupun tidak seterkenal tetangganya pantai tambakrejo, pangi juga sudah jadi pantai destinasi wisata blitar, jadi pantai ini sudah dikelola dengan tujuan wisata. Seperti loongweekend kali ini, berangkatlah jumat pagi, shalat jumatnya bisa dijalan agar bisa sempat menikmati sorenya pangi yang masih sepi. Isi bensin 150rb cukup pp moker-blitar.

Menuju ke pangi yang paling gampang lewat arah jalan akses ke pantai tambakrejo nanti pas ketemu pertigaan ada pohon beringin ada sign ke pangi atau gua embultuk/trisula ambil ke kanan. Kontur jalan berbukit jadi naik turun, namun aspal kombinasi cor beton dibeberapa tempat. Ketika sudah mendekati pantai lk 1 km, jalannya agak berbatu (aspal yang rusak, jd batuan kerikilnya kemana mana), namun tetap aman menurut saya (belum tergolong extreme). Lebar jalan bisa dilalui sisipan mobil tapi ngepress kadang harus berhenti dan memberi jalan mobil lawan. Bahkan dibeberapa titik hanya bisa dilewati 1 mobil jadi harus gantian. So far masih tergolong reachable, saya lihat ada rombongan pake elf bisa nyampe sana kok..

Belum ada kendaraan umum menuju kesini, disarankan pakai kendaraan pribadi bisa roda 2 maupun roda 4. Roda 2 bisa parkir sampai pantainya, namun roda 4 parkir di atas, biaya parkir menginap semalam 5rb. Perjalanan ke pantai dilanjutkan dengan jalan kaki lk 300m atau sktr 3 menit. Perjalanan kakinya berbatu dan menyeberang sungai kecil yang jernih, indah dan damai sekali baru akan ke pantai sudah disambut suasana seperti ini..mendengar gemericik aliran sungai yang jernih.

Sampai dilokasi akan disambut deretan warung yang banyak buka pas weekend atau liburan, menjajakan aneka minuman dan makanan, amazenya saya warung ini buka 24 jam..so ga usah bawa amunisi makanan terlalu banyak, di warung semua ada. Namun namanya kunjungan yang pertama jadi kami bawa bekal air mineral 6 lt, mie instan dan camilan (kisaran 50rb).

Warung disana juga menyediakan ikan bakar fresh dari nelayan langsung , include nasi hangat, sambal dan lalapnya. Tenang harganya bersahabat kok..ikan kakap merah 60rb/kg udah bakar, nasinya 5rb/piring dan lalapan 10rb. Porsi ikan sekilo, isi 3 ikan kakap bisa untuk makan bertiga…lebih murah dibanding saya beli ikan di pasar tpi 🐟✌🏻. Ikannya fresh langsung dari nelayan lagi ga pake freezer. Jenis ikan yang paling banyak tongkol/salem, yang hampir selalu ada. Kami pas beruntung, nelayan bawa kakap dan kerapu 🐟🐠,, ehmm yummy, ikan segar adalah surga pencinta ikan. Apalagi mereka bakarnya tanpa bumbu macam macam, makin klop sama selera kami. Ikan 2 kg (sekilo dimakan sekilo buat pulang), nasi hangat dan lalapan semua 150rb… Selain warung, fasilitas kamar mandi dan mushola lengkap dengan kondisi bagus.

Suasana pantai pangi jumat sore hanya jadi milik kami yang camping karena sepiii. Ada sekitar 9 tenda waktu kami camping.. ada rombongan pramuka kala itu. Sampai malam, indahnya sinar bulan yang hampir penuh, gemerlap bintang dan hangatnya api unggun melengkapi malam kami di pangi. Sayangnya pantai pangi ini ga suncathing, jadi sunset dan sunrise akan tenggelam di balik bukit dan sedikit tertutup. Ini juga dikarenakan bentuk bibir pangi yang menyerupai teluk namun tidak begitu panjang, kanan kiri pantai ditutup oleh hijaunya bukit. Namun suasana hangat dan sahdunya sunset dan sunrise tetap mempesona.

Sepanjang bibir pantai banyak pohon cemara yang jadi spot mendirikan tenda. Lokasinya teduh dan tidak jauh dari bibir pantai, jadi bisa pasang hammock dan tenda dengan tetap bisa menikmati birunya laut dan langit dari dalam tenda..baca buku kesayangan, rebahan dengan semilir angin laut…surgaaaa…

Daya tarik pangi lainnya adalah kehadiran sungai air payau yang bermuara ke laut. Airnya jernih, hening dan memberikan ketersediaan air tawar bagi kami peminat pangi.

Kehadiran sungai ini juga memberikan solusi bagi kami yang camping membawa anak umur 5 tahun. Pantai selatan terkenal dengan ombak yang kurang bersahabat, sehingga hampir semua pantai di blitar ini melarang pengunjungnya mandi dan main air. Nah dengan hadirnya sungai ini anak bisa mandi, main air, dan kalau siang pas ombaknya besar, ombak akan sampai ke sungai, jadi walaupun main di sungai anak tetap bisa merasakan main ombak. Parent happy, kiddos happy…

Yang mau camping harus bekal tenda sendiri ya, karena disekitar pantai ga ada persewaan. Kami sewa tenda di kota blitar, bisa googling atau cari via instagram, banyak kok. Pertimbangan kami sewa di blitar aja ga di mojokerto karena abis pake kami bisa langsung kembalikan dan ini simple menurut kami. Karena hari selanjutnya ada rencana ke tempat lain, jadi irit biaya sewa kan..kami sewa tenda ukuran double bisa untuk isi 3. Selain itu sewa kompor dan nasting, klo ini optional menurut saya karena disana komplit ada di warung warung. Saya bawa buat bikin kopi karena ada anggota camp yang ga mau kopi sachet…takutnya di warung cm sedia sachetan. Namun bawa kompor dan masak masak cantik bikin mie rebus membuat kesenangan anak kami, dia excited karena hal baru buat dia…

Bekal camping itu ternyata irit dibanding travelling kami selama ini, biaya penginapan dengan rate kisaran 300rb sd 400 rb jadi hanya 25rb. Kami list ya berapa budget kami yang semi ala backpacker::

Hari 1

Bensin 150rb (pp)

Bekal air dan camilan 50rb

Parkir 5rb

Makan malam bekal mie yang dibeli

Hari ke 2

Sarapan lodeh, mie goreng 15rb ( beli di warung)

Makan siang ikan bakar sekalian buat dibawa pulang 150rb, klo mau irit banyak menu lainnya…

Minum air mineral, kopi dan teh udah bekal sendiri.

Total 370rb untuk 2 hari (2 org dewasa, 1 kiddos 5th)

Ga terpikir sebelumnya dengan budget segini, dapat kepuasan sama kaya nginep di hotel bintang. Justru lebih puas,,, ini beach camp pertama dan nagih.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s