Ketika ibuk mengajukan proposal cuti…

Proposal pengajuan cutinya saya acc..saya bubuhkan tanda tangan plus opct cutinya saya bayarkan..

Buk,

Ibuk berangkat sabtu dini hari.Karena pesawat ibuk jam 7 pagi.Ga usah diantar ke bandara karena nanti dijemput teman teman-ini pesan yang dikatakan yang saya ingat intinya kala itu.

Ibuk pamit kamis malam sama ayah

Ibuk suka jalan jalan dari dulu, bahkan sebelum mengenal ayah. Karena bepergian, mengukur jalan, mengumpulkan tiket perjalanan adalah kesenangannya.Setiap ibuk punya kesenangan masing masing.

Ini merupakan perjalanannya sendiri pertamanya, sendiri tanpa kami (ayah dan si mola, putri kecil kami) setelah ibuk resign dari pekerjaan yang disukai dan dibanggakannya 5 bulan lalu.

Ternyata baru ijin saja akan pergi, sudah membuat saya berpikir panjang. Saya khawatir..eeh ternyata yang saya khawatirkan bukan ibuk, namun kekhawatiran saya sendiri yang harus mengurus rumah dengan kehiruk pikukan putri kecil kami nanti. Selama ini klo ibuk pergi pasti ada nenek atau keluarga yang lain menemani(ternyata selama ini ibuk yang mengkondisikan demikian, agar saya tidak repot 🙏🏻).

Pekerjaan sebelumnya yang memiliki mobilitas tinggi tentu menjadi kesenangan tiap hari bagi ibukmu kak,namun dia pilih meninggalkan itu dan memilih menunggumu di rumah. Ini alasan utama ayah harus tandatangani pengajuan cutinya..

Me time buat ibuk sangat penting, karena walaupun setiap minggu kita sudah jalan jalan berlibur bertiga, tertawa dan bahagia, itu bukan liburan buat ibuk. Karena dia yang menyiapkan segala keperluan jalan jalan kita, memastikan keperluan kami berdua tersedia, makan, pakaian, camilan dijalan dan perlengkapan pritilan kamu nak as a todler. Ketika ayah menikmati makanan enak kami ketika liburan kuliner di tempat baru ato tempat favorit, ayah rasa ibuk ga bisa menikmatinya karena dia memikirkan proses makan kamu kak (yang susah makan), membujukmu dengan berbagai cara agar kamu dipastikan sudah makan, baru ibuk pikir makan untuk dia sendiri. Ibuk harus makan cepat agar cepat selesai tanpa menikmati makanannya.. Demikian pula dengan proses tidur. Liburan kami bertiga bukan me time buat ibuk..

Kak,

Pekerjaannya saat ini dirumah dan di toko punya jam kerja yang panjang lebih panjang dari ayah. Tidak ada libur seperti ayah, krn di sabtu minggu ibuk juga harus kerja..walaupun ayah bisa bantu tapi tetap ibuk yang selalu berpikir lebih keras memastikan selesainya pekerjaan. Ibuk selalu merasa tanggungjawabnya lebih besar untuk menyelesaikan pekerjaan rumah.

Kak,

Ibuk biar jalan jalan dengan teman temannya yang dirindukannya.. Kita berdua, kita bereskan rumah agar tetap rapi seperti kondisi rumah ketika ibu tinggalkan, kita cuci piring, kembalikan mainan, siapin makanan buat ibuk pas pulang nanti..itu pikiran yang kami rencanakan..

Kak,

Ibu sudah siapkan keperluan kita sebelum dia berangkat, apalagi keperluanmu, jadwal makanmu, minum susu malammu dan baju buat kita berdua. Ibuk juga menyempatkan telpon kita hanya untuk memastikan kalo ayah sudah mengajakmu gosok gigi sebelum kamu tidur kak, untuk tetap mempertahankan kebiasaan sehat buat perkembanganmu (yang tidak pernah ayah pikir seserius ibuk).

Kak,

Ibuk tetap menjadikan kita prioritasnya bahkan disaat waktu me timenya bersama teman temannya…

Ini tulisan yang ayah buat setelah ayah seharian full harus mengurusmu dan rumah sendirian…tanpa ibuk.

We love you ibuk…

Daaann tetap rumah tidak bisa lagi serapi pas sebelum ditinggalkan ibuk….

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s